INFAMY, band
metal yang berasal dari kota Bandung ini dibentuk pada awal tahun 1994
dengan mengusung konsep musik death metal dan “low end sound”. Sebuah
kebanggan karena dengan konsep itu, INFAMY sering mengadakan live performance di acara-acara bazaar amal, acara sekolah dan acara musik underground. Pada tahun 1998 INFAMY
merekam sebuah single yang berjudul Days Of Dreaming untuk sebuah album
kompilasi indie, Brutally Sickness, dan merekam Pseudophoria untuk
album kompilasi Brutally Sickness 4 pada tahun 2000. Juga pada tahun
1999 INFAMY merekam promo tape yang berisikan lima lagu, yaitu; Self Eliminated, Beyond The Flesh Of Innocence, 5th Horizon, Vision Of True Belief dan Days Of Dreaming (remixed version).
Totally sick and only for psycho ..!!! A long awaited brain
and ear tortured compilation !! Total terdiri dari 26 lagu dengan durasi 72
menit dapat membuat telinga anda berdarah darah ketika menyimak penyiksaan dan
pembunuhan tak berhenti yang disajikan oleh band band death metal dalam
negeri yang berpartisipasi dalam
kompilasi ini. Dan juga Extremely Warning !!! Tidak untuk orang yang berpenyakit
jantung, bila anda tidak suka dengan psycho atwork ala Dede Suhita yang ada
secara tersembunyi dalam sampul album ini. CD Kompilasi ini dikemas dengan kemasan
unik dan menarik bila anda membeli CD rilisan Extreme Souls ini, dimana anda
tidak akan menyangka akan tersiksa sepanjang 72 menit nantinya. Sampul album
yang dikemas dalam segel dijual dengan hanya bersampul kover berwarna hitam, di
dalam dari CD ini akan nampak extreme layout yang menjadi ciri khas bagi sampul
album Gore Metal sangat menjijikkan … !!! Tapi untuk obat stress anda, bila anda membeli
CD ini, anda akan mendapatkan 1 poster besar dan 3 sticker kecil.
Morbid Nixcotine, Rokok Bandung, Rokok Para Pemberontak!!!
Ingat awal pemberotakan kita dulu mendobrak nilai-nilai dan membangun
identitas diri kita sendiri lepas dari segala nla yang ada? Yup! Rokok!
Kita sembunyi-sembunyi di kantin atau di WC sekolah, dikejar-kejar
guru, dihukum, tapi tetap saja kita tak jera. Merokok dan merokok.
That’s rebel! (http://www.morbidnixcotine.com)
Oleh Kimun666 (
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
)
"Pure Evil & Hate" - hanya terdapat pada rilisan terbatas
Personnel :
Adam "Nergal"
Darski - vocals, guitars, synth, programming
Tomasz "Orion"
Wróblewski - bass
Zbigniew Robert
"Inferno" Promiński - drums and percussion
Patryk Dominik
"Seth" Sztyber - guitars
Band Extreme Metal, biasanya memiliki sebuah album konser,
yang mewakili sebuah tour yang intensif dari karir band tersebut,
contoh Emperor dengan Emperial Live Ceremony-nya, Dark Funeral dengan De Profundis Clamavi Ad Te Domine atau bahkan Morbid Angel dengan Entangled in Chaos. Behemoth , seperti kita ketahui
belum pernah merilis album Live audio secara resmi, kecuali album Live yang
dimasukkan ke dalam kompilasi boxset Historica yang hanya dirilis sebanyak 3000
copies oleh Metalmind Records dan beberapa kumpulan konser yang sempat
dimasukkan sebagai bonus track atau cd tambahan dalam beberapa album mereka,
contoh pada album Satanica yang dirilis oleh Avantgarde music
As I Lay Dying, apa dan siapa
(Supriyanto - Solucite, soundup magazine , supri-online.com)
As I Lay Dying adalah band metalcore asal San Diego
California. Band yang memiliki gaya bermusik yang cukup unik ini
menggabungkan musik metal yang berbasis pada riff riff melodius ala
Gothenburg Sound , seperti In Flames dan At The Gates dengan komposisi
ringan ala musik Punk sehingga mudah dicerna dan disimak bahkan oleh
para pendengar musik rock/metal yang terhitung baru mendengar lagu lagu
dari mereka. Nama band ini berasal dari novel William Faulkner yang
dicetak sekitar tahun 1930’an berjudul As I Lay Dying yang menceritakan kehidupan keluarga petani Amerika yang religius.Band ini kini digawangi oleh Tim Lambesis,sebagai vokalis,dan leader dari band ini, kemudian drummer muda enerjik dan sangat berbakat Jordan Mancino. Dual shredder yang memperkuat dari sisi riff gitar, Nick Hipa dan Phil Sgrosso
. Nick Hipa merupakan gitaris yang cukup menonjol dengan karakter sound
yang berbeda dengan musik metalcore kebanyakan, karena boleh dibilang
‘terlalu melodius’ dan kurang tebal distorsinya, dan justru hal itu
menambah karakter dari pattern2x lead gitar dari Nick, sementara
karakter sound distorsi yang tebal dilapis oleh Phil yang memang
memiliki background lebih kuat dibandingkan Nick .Sementara Josh Gilbert membantu Tim Lambesis sebagai clean vocalist dan juga bertanggung jawab sebagai pencabik bas.
As I Lay Dying merupakan band yang cukup terkenal di scene metal
dunia karena meraih beberapa prestasi . Salah satu yang cukup fenomenal
adalah dengan dinominasikan-nya lagu Nothing Left dalam ajang Grammy Awards di tahun 2008. Di tahun ini juga band ini dianugrahi penghargaan San Diego Music Award. Di tahun sebelumnya band ini memenangkan penghargaan Ultimate Metal Goddari saluran TV musik terkenal di dunia MTV2 .
Band ini seringkali dicap sebagai band yang cukup religius, karena
lirik lirik positifnya yang tergolong berbeda dengan band lain. Bila
band lain banyak mengumbar kekerasan, kegelapan ,realita social, band
ini justru mengangkat tema religius dan unsure spiritual positif dalam
lagu-lagu mereka. Hal ini sempat membuat mereka digelari band metal
spiritual. / white metal ,hal ini tercermin lewat rilisan mereka mulai
dari Beneath The Encoding of Ashes, yang dirilis di tahun 2001 sampai pada album Shadows are Security yang dirilis tahun 2005.
Tim Lambesis seperti vokalis dan penulis lirik dari
band ini mulai bereksperimen dengan lirik yang bertema sosial di album
terakhir mereka “ An ocean between us “ yang dirilis tahun 2007 lalu, justru menambah greget dan karakter dari band ini, lirik yang tidak preachy tapi
mengajak ke sisi positif tergambar disini . Seiring dengan sambutan
positif dari berbagai kritikus musik metal diseluruh dunia, juga band
ini beberapa kali tampil dalam sampler majalah Metal Hammer sepanjang
tahun 2007, tercatat penulis memiliki 2 edisi Metal Hammer yang memuat
mengenai band ini. Bahkan album An Ocean .. ini berhasil menduduki
peringkat Billboard 200 no.8 dan no 1 di bagian rock chart
, sebuah prestasi yang cukup membanggakan bagi sebuah band yang masih
terhitung masih baru diblantika musik rock/metal dunia. Tak salah bila
Adam Dukiewicz , gitaris dari band KSE (Killswitch Engage) yang bisa
dikatakan pelopor dari genre Metalcore ini memproduseri album An Ocean
… dan tak lupa juga Andy Sneap sang maestro “modern
sound of metal “ bertugas mengemas sound di album ini sehingga tampil
lebih baik di banding album sebelumnya, Shadows are Security.
[Live Report] Discus Live at Festival Bambu Nusantara 2, Sabuga Bandung - 11 October 2008
Speechless !!! Terlalu singkat .. ya benar terlalu singkat untuk
menikmati komposisi komposisi apik dan unik dari Discus dikesempatan
konser kali ini . Discus pada kesempatan ini hanya diberikan waktu
kurang lebih 45 menit untuk memberikan suguhan komposisi 'far beyond my
imagination'. Discus kali ini berkolaborasi dengan Bapak I Gusti
Kompyang Raka dan Grup Saraswati, seperti kita ketahui Bapak I Gusti
Kompyang Raka ini adalah direktur GKJ, Gedung Kesenian Jakarta.
Komposisi musik unik dengan tata suara dan lampu yang sangat baik,
ditunjang dengan akustik ruangan yang baik pula menghadirkan suguhan
penampilan konser yang tidak bisa dilupakan. Boleh jadi hanya sekitar 2
ratusan orang hadir di ruangan balairung utama Sabuga kala itu sangat
terhibur oleh penampilan Discus yang tampil cukup atraktif terutama
sang vokalis wanita, Yuyun dengan vokal sopran yang dapat membius mata
dan telinga penonton, dengan suara yang baik dan dibarengi dengan
menari tarian tradisional di atas panggung.
Penulis bukanlah seorang progreviewer yang handal dan jujur saja tidak
dapat melukiskan dengan kata kata yang lebih 'fantastis' atau
'bombastis' mengenai penampilan Discus malam itu , namun saya pribadi
acungi 666 jempol buat penampilan Discus kali ini, superb !!!
[Album Review] Kreator - At the Pulse of Kapitulation - Live in East Berlin 1990
Di bulan November 1989, kondisi politik di dunia
berubah drastis seiring dengan runtuhnya tembok Berlin yang memisahkan kota
Berlin yang tadinya terpisahkan dari Berlin barat dan Timur , menjadi satu kota
Berlin dan otomotis juga kelak mempersatukan 2 negara , Jerman Barat dan Jerman
Timur. Jerman Timur memiliki fanbased yang cukup fanatic, hal ini ditunjukkan
dari bonus fitur dalam DVD ini, yang menunjukkan kegilaan dan fanatisme dari
fans metal yang berani mengeluarkan uang sekitar 100DM hanya untuk membeli plat
/ LP dari Kreator dan beberapa band yang masa itu berjaya, seperti Anthrax,
Venom, Metallica, Testament, Megadeth dan lainnya
Dalam
bulan bulan mencekam di awal tahun 1990, 4 band metal yang cukup mumpuni kala
itu, KREATOR, Tankard, Coroner dan Sabbat akhirnya berhasil tampil di Jerman
Timur. Konser ini memiliki arti penting
bagi 4 band tersebut khususnya bagi Kreator yang merilisnya dalam format VHS di
tahun 1990 dengan judul “Live in East Berlin”. Video dengan format VHS ini sempat menjadi idola metallerz muda kala itu
termasuk penulis dan akhirnya impian penulis dikabulkan dengan dirilisnya
dengan format DVD dengan kualitas sound dan gambar jauh lebih baik.
Alhamdulillah, salah satu foto saya masuk ke dalam foto
pilihan dalam lomba foto Photography on the Move II dengan tema Kotaku Hijau yang dimuat di
harian Pikiran Rakyat ,hari Minggu tanggal 24 Agustus 2008 pada bagian Foto Pekan ini.
Bandung Undergound Saat Ini: Militansi dan Potensi Komunitas
Ditulis oleh : Argus Firmansah Original Article : http://thelonely.multiply.com/journal/item/11/Bandung_Undergound_Saat_Ini_Militansi_dan_Potensi_Komunitas
Satu hal yang perlu dicermati mengenai eksistensi komunitas underground Bandung yaitu semangat militansi untuk terus mencari ruang ekspresi. Pergeseran budaya militansi yang sempat hilang dalam komunitas underground
dan tergantikan dengan banyaknya sistem nilai ekonomi membuktikan bahwa
semangat yang telah hilang ini bisa menjadi solusi pemecahan untuk
eksistensi komunitas underground itu sendiri. Karena
bagaimanapun komunitas ini awalnya hidup dari semangat militansi untuk
membuat potensi berkreativitas tetap hidup, meski seringkali terhambat
oleh halangan birokrasi yang ada.
Pasca tragedi AACC, eksistensi komunitas underground seperti hilang ditelan bumi dengan minimnya konser berlangsung akibat sulitnya memperoleh izin dan kurangnya venue representatif. Kini semangat untuk tetap militan yang membuat eksistensi komunitas ini terus hidup bernafas.
Supriyanto
adalah nama yang diberikan oleh orang tua saya. Saya dilahirkan 30
tahun lalu di Bandung dan kini bekerja sebagai konsultan teknologi
informasi juga sebagai freelance web desainer, fotografer dan jurnalis
di
beberapa majalah musik dalam negeri.
Saya sering berinteraksi di
beberapa forum diskusi dan mailing list dengan nickname : Desecrator
.Situs pribadi ini berisi aktifitas saya sehari hari tentang fotografi
, web desain, liputan konser ,artikel musik atau sekedar gambaran
dari sebuah album dari musik yang saya dengar dalam keseharian.